[Lirik+Terjemahan] AKB48 - Bara no Gishiki (Ritual Bunga Mawar)

AKB48 - Bara no Gishiki (Ritual Bunga Mawar)


[Lirik, Lyrics, Lirica, Liedtext, Letras, Paroles, 歌詞, บทร้อง, лирика]

ROMAJI:

NAIFU ga soko ni atte mo
Fureru koto ga nakya chi mo nagasanai deshou
Anata to deawa nakattara
Konna ni kizutsuite naitari shinai

Nani wo (nani wo) sutete (sutete)
Nani wo te ni shita no
Anata (anata) hitori
Aishiteru onna wa futari

Nante zankoku na ai to iu na no gishiki
Mirai dochira ka hitotsu kiri otoshimashou
Nante suteki na shinjitsu no tashikame kata
Totemo ito oishii bara wo narabeta ato
Katahou no eda wo kiru

Kanojo ga ita to shirazu ni
Mune wo itameru gizensha no usonaki
Konna ni hana ga saku no nara
Ikutsu mabiitara tasukaru no kana

Watashi (watashi) oriru (oriru)
Sore demo to douri
Anata (anata) dake wa
Warui hito ni shitakunai no

Nante akkenai ai no ENDINGU
Kokoro kimetara ima sugu saru shikanai deshou
Nante RIARU na onna no EGOIZUMU yo
Kanojo wa nannimo shirazu hinata no naka
Utsukushii hana ni naru

Nante zankoku na ai to iu na no gishiki
Mirai dochira ka hitotsu kiri otoshimashou
Nante suteki na shinjitsu no tashikame kata
Totemo ito oishii bara wo narabeta ato
Katahou no eda wo kiru

INDONESIA:

Meskipun kau menggenggam pisau
Kau takkan berdarah jika tak menyentuhnya, iya kan?
Jika saja aku tak bertemu denganmu
Aku takkan terluka dan menangis seperti ini

Apa yang (apa yang) kuberikan? (kuberikan?)
Apa yang telah kudapatkan?
Kaulah (kaulah) yang kucintai
Namun kau mencintai dua wanita

Betapa kejamnya ritual yang dinamakan cinta
Akan ada salah satu yang dibuang di masa depan nanti
Betapa indahnya untuk memastikan kenyataan ini
Setelah merangkai bunga mawar yang tercinta itu
Kau memotong salah satu cabangnya

Tanpa mengetahui bahwa kau memiliki pacar
Air mata buayamu begitu melukai perasaanku
Dengan banyaknya bunga yang telah mekar
Apakah pemangkasan dapat menyelamatkan lainnya?

Aku (aku) akan menyerah (akan menyerah)
Namun tetap saja kembali
Kaulah (kaulah) satu-satunya
Yang ku tak ingin menjadi jahat

Betapa tidak pastinya akhir dari suatu cinta
Telah kuputuskan, aku hanya bisa pergi sekarang juga
Betapa nyatanya keegoisan dari seorang wanita
Dia yang tak tahu apa-apa berada di cahaya mentari
Telah menjadi bunga yang indah

Betapa kejamnya ritual yang dinamakan cinta
Akan ada salah satu yang dibuang di masa depan nanti
Betapa indahnya untuk memastikan kenyataan ini
Setelah merangkai bunga mawar yang tercinta itu
Kau memotong salah satu cabangnya

0 komentar:

Post a Comment

PENCARIAN

My Instagram